Halaman

Rabu, 11 Oktober 2017

Mengenali gejala kerusakan Suspensi/shockbreaker


Kerusakan pada shock breaker belakang bagi awam seperti saya kadang tidak begitu terasa, seperti baru baru ini saya alami sendiri. Awalnya sih karena membawa baban yang melebihi batas, motor tidak nyaman saat dipakai boncengan. Kalau dipakai untuk berkendara sendirian sih tidak masalah.

awalnya saya mengira bahwa penyebabnya ban yang kurang angin baik ban depan atau ban belakang, namun setelah saya tambah angin kok sama saja tidak ada perubahan. Adapun yang problem yang saya rasakan sebagai berikut (Suspensi belakang) :




  • Saat dikendarai motor terasa m1ring-miring sendiri, terutama saat melewati gundukan, motor akan terpelanting dengan arah yang seragam (jika kerusakana 1 sisi shockbreaker bukan kedua-duanya)
  • Kalau sebelumnya terpelanting, ada lagi yang sekali terkena gundukan (jalan yang tidak rata), suspensi lamban kembali ke kondisi stasioner, atau bahkan suspensi tidak memantul sama sekali
  • Biasanya tampak ada oli di sekitar hidrolik di tengah, yang mengindikasikan bahwa suspensi bocor bisa diakali dengan hmmm istilahnya di suntik :D. menambal oli dan mengganti shield
  • Pengemudi akan sulit mengemudi dengan kondisi seimbang, belok kanan dan ke kiri dengan sendirinya

ada baiknya kalau sudah menemukan kejanggalan segera periksa motor anda ke bengkel untuk kenyamanan dan keamanan saat mengemudi.
dalam kondisi tersebut boleh saja dikendarai asalkan sudah benar-benar tahu/menguasai kondisi kendaraan ada, seperti saya ups.....
motor saya untuk berkendara sendirian tidak ada masalah, hampir tidak merasakan kerusakan pada suspensi, jadi masih ok lah untuk rute kota-kota saja

demikian,
salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar